Bulan Agustus yakni periode merantau bagi penduduk Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Mereka dapat tersebar ke beraneka penjuru kota di Pulau Jawa untuk berjualan bendera merah putih dan beragam aksesoris khas menyongsong hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah satunya yakni Uswandi (57), yang pilih kota Ungaran, Kab Semarang sebagai daerah tujuan berjualan bendera.
"Kalau satu desa kemungkinan ada seratusan orang. Ada yg hingga ke Banyuwangi, bahkan sohib aku dari Garut hingga ke Kalimantan," ungkap Uswandi dikala dijumpai tengah menata dagangannya di Jl MT Haryono, Ungaran, Senin (1/8/2016).
Bapak satu anak dan kakek satu cucu ini mengaku telah lebih dari satu dasawarsa berjualan bendera & senantiasa Kab Semarang yg jadi tujuannya. Tidak Cuma ia yg berombongan enam orang, Uswandi pun memiliki "mitra" dari orang setempat yg ikut menjualkan barang dagangannya.
"Saya di Ungaran, anak aku jualan di Ambarawa. Ada serta orang sini yang ikut ngejualin, ada 3 orang," ujarnya.
Bagi Uswandi yang sehari-hari berprofesi yang merupakan tukang servis tv ini, berjualan bendera selain mendatangkan keuntungan finansial. Bakal namun pun akan menyegarkan pikiran lantaran ke luar dari jebakan adat sehari-hari.
"Ya sekalian refreshing-nya disini," lanjutnya.
Selagi menggeluti business musiman ini, Uswandi mengaku susah memprediksi prospek & keuntungan yg didapat. Terhadap Agustus thn dulu contohnya, semua barang dagangannya ludes terjual.
Kepada th ini, sejak mengawali berjualan Kamis (28/9/2016) dulu, dirinya belum merasakan geliat pembelian bendera. Padahal barang dagangan yg beliau bawa th ini lumayan tidak sedikit.
"Tahun dulu aku bahkan pulang tanggal 11 lantaran barang kita terjual seluruhnya. Ini sejak Kamis, untungannya habis buat makan," tambahnya.
Salah seseorang yg ikut menjualkan bendera milik Uswandi yaitu Eel (34), masyarakat Kuncen, Kelurahan Susukan, Ungaran Timur. Ibu hunian tangga ini mengaku telah nyaris 10 th berjualan bendera musiman bersama system bagi hasil.
Tidak Hanya menambah pundi-pundi ekonomi keluarga, Eel yg berjualan di simpang empat asmara Jl MT Haryono ini pula masihlah mampu mengasuh anak semata wayangnya di sela berjualan. Ia dibantu oleh adiknya berjualan sejak mulai jam 08.00 hingga jam 17.00.
"Bapak & kakak aku pun ikut jualan, tetapi lokasinya tidak serupa," kata Eel.
Sebab bendera & accessories 17 Agustus yg dipasarkan Eel telah berada di tangan ke-2, automatis harganya di atas bendera yg dipasarkan para pedagang dari Ciamis. Contohnya buat bendera, bersama ukuran bervariasi mulai sejak 90 sentimeter sampai 180 sentimeter dipasarkan sejak mulai harga Rupiah 15.000 sampai Rupiah 65.000 per lembarnya.
Umbul-umbul berukuran 3 meter, 4 meter sampai 5 meter dibandrol Rupiah 30.000 sampai Rupiah 50.000 perlembar. Sedangkan background berukuran 5, 8 dan 10 meter dipasarkan mulai sejak Rupiah 180.000 sampai Rupiah 350.000 per unitnya.
"Biasanya kami agak jauhan bersama pedagang dari Garut atau Ciamis, soalnya mereka lebih murah. Harga segitu masihlah mampu ditawar," kata Eel.

EmoticonEmoticon